
Jakarta|Detikidn.com-Pernyataan tegas Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, patut diapresiasi sebagai komitmen nyata dalam membenahi wajah pelayanan publik di sektor lalu lintas.

Sikap “copot hari itu juga” bagi anggota yang terbukti melakukan pungutan liar bukan sekadar retorika, tetapi sinyal kuat bahwa institusi tidak ingin memberi ruang bagi praktik yang merusak kepercayaan masyarakat. Di tengah tuntutan publik akan transparansi dan integritas, ketegasan seperti ini menjadi fondasi penting untuk membangun kembali kepercayaan.
Pungli bukan hanya soal uang receh di jalanan. Ia adalah persoalan moral dan sistem. Ketika satu oknum menyalahgunakan kewenangan, dampaknya bisa meluas: merusak citra institusi, menurunkan wibawa hukum, dan membuat masyarakat apatis. Karena itu, komitmen bersih dari pucuk pimpinan adalah langkah awal yang strategis.
Lebih dari itu, ajakan kepada masyarakat untuk berani melapor menunjukkan pendekatan partisipatif. Penegakan disiplin tidak bisa berjalan satu arah. Dibutuhkan keberanian publik untuk bersuara dan sistem internal yang siap menindaklanjuti laporan secara objektif.

Jika konsisten dijalankan, ketegasan ini bisa menjadi momentum reformasi budaya kerja di lapangan. Lalu lintas yang tertib bukan hanya soal rambu dan aturan, tetapi juga soal integritas aparat yang mengawalnya. Profesionalisme dan kebersihan tata kelola pada akhirnya akan bermuara pada satu tujuan utama: keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Harapannya, pernyataan ini bukan sekadar janji di ruang konferensi, tetapi menjadi standar baru dalam praktik sehari-hari. Karena ketika hukum ditegakkan dengan adil dan tanpa kompromi, yang diuntungkan bukan hanya institusi, melainkan seluruh warga negara.
(*)

Tidak ada komentar