Cina kembangkan Robot Ikan Pemakan Mikroplastik, Apakah Efektif?

Kembali Berinovasi, Cina Kembangkan Robot Ikan Pemakan

Cina kembangkan robot ikan yang dapat mengkonsumsi mikroplastik. Proyek dalam bidang teknologi robot ini tengah dikembangkan oleh Ilmuwan China. Robot tersebut juga diklaim dapat membantu mengatasi masalah polusi plastik.

Polusi plastik ini hingga sekarang masih menjadi momok masalah lautan di seluruh dunia. Robot ikan ini memiliki tekstur yang lembut dengan ukuran sekitar 1,3 sentimeter serta telah diuji coba untuk menghisap mikroplastik di area perairan dangkal.

Cina Kembangkan Robot Ikan
Sumber: cnnindonesia.com

Para ilmuwan yang mencoba untuk mengembangkan robot ini memiliki tujuan agar robot dapat mengumpulkan plastik dari perairan yang lebih dalam lagi. Salah satu ilmuwan yang mengembangkan robot ini yaitu Wang Yuyan.

Wang Yuyan menyebutkan bahwa robot tersebut diharapkan dapat menganalisa serta memberikan informasi mengenai polusi perairan secara akurat.

Kemudian, robot ikan ini mungkin dapat digunakan untuk tujuan lain, seperti digunakan dalam operasi biomedis. Dari kutipan Reuters ia berujar bahwa para ilmuwan cina mengembangkan robot ikan ini dalam bentuk mini yang begitu ringan.

Hal ini dapat berguna dalam banyak sektor, misalnya dalam operasi biomedis atau operasi berbahaya. Jadi, robot kecil ini dapat dilokalisasi ke bagian tubuh untuk membantu menghilangkan beberapa penyakit yang bersarang dalam tubuh.

Cina Kembangkan Robot Ikan, Apakah Kelebihan Inovasi Ini?

Robot ikan pemakan mikroplastik ini berwarna hitam dilengkapi dengan sumber lampu untuk membantu para ilmuwan dalam mengendalikannya supaya tidak menabrak ikan atau objek lain dilautan.

Ilmuwan Wang juga menyebutkan bahwa robot ini memiliki beberapa kelebihan, salah satu diantaranya yaitu jika tidak sengaja dimakan oleh ikan lain, material robot dapat dicerna. Dan tentunya material robot ikan tersebut tidak membahayakan karena terbuat dari poliuretan dan juga biokompatibel.

Kelebihan lainnya yaitu robot ikan China ini mampu memulihkan dirinya sendiri meskipun dalam keadaan rusak. Robot ikan ini dapat berenang dengan kecepatan 2,76 dari panjang tubuhnya per detik.

Dan tentunya lebih cepat dari kebanyakan robot lunak buatan lainnya. Robot ini juga seperti robot sampling yang dapat digunakan berulang kali.

Dikutip dari SCMP, mikroplastik ialah fragmen plastik yang memiliki panjang kurang dari 5 milimeter. Serta dapat dengan mudah untuk dicerna oleh berbagai biota laut. Sehingga hal ini dapat membahayakan kesehatan biota laut yang melahapnya.

Menurut perkiraan drai Universitas Kyushu di Jepang pada 2021, terdapat 24,4 triliun keping mikroplastik di lautan seluruh dunia. Dimana hal tersebut setara dengan berat sekitar 30 miliar botol air plastik 500 mililiter. Namun jumlah yang sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar dari perkiraan angka tersebut.

Maka, dari itu dapat dikatakan bahwa penemuan robot ikan ini merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam menghadapi masalah polusi plastik di lautan. Ditambah semakin hari masalah polusi plastic ini semakin parah dan sulit untuk dipecahkan.

Hal ini tentunya berkaitan dengan meningkatnya penggunaan berbagai kebutuhan yang berbahan dasar plastic. Dan peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan pengolahan sampah plastic dengan baik.

Sehingga banyak seklai oknum yang hanya membuang sampah palstik tersebut ke lautan bebas. Dimana hal tersebut berdampak terhadap makhluk hidup di lautan. Tak jarang ditemukan biota laut yang melahap sampah plastic tersebut dan mengira bahwa plastic tersebut adalah makanan mereka.

Maka, dari itu marilah kita saling menjaga bumi kita dengan meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan. Dukungan yang dapat kita berikan bisa berupa pengolahan sampah palstik menjadi barang daur ulang yang dapat digunakan berulang kali.

Dengan hal tersebut tentunya dapat membantu kinerja robot ikan untuk membasmi mikroplastik di lautan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.