Fenomena Buble Brust dan Akibatnya di Banyak Perusahaan

Buble Brust Mengakibatkan PHK Massal di Sejumlah Perusahaan

Sumber: Suara.com
Fenomena Buble Brust
Sumber: Suara.com

Fenomena buble brust saat ini sedang melanda banyak perusahaan berbasis start-up di Indonesia. Pada era digital  sekarang, banyak perusahaan star-up yang bermunculan. Dimana perusahaan start-up ini merupakan perusahaan yang berbasis pada teknologi.

Perusahaan berbasis start-up kini berkembang pesat dan tentu tidak terlepas dari pengaruh teknologi di Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi, perusahaan start-up juga bermunculan dengan berbagai kemudahan sistem yang ada di Indonesia.

Tentu saja sistem tersebut dapat diakses dimanapun dan kapanpun sehingga lebih praktis dan efisien ketika digunakan. Tetapi, baru–baru ini banyak perusahaan start-up di Indonesia yang terkena fenomena buble brust.

Definisi Buble Brust

Apakah itu ‘Buble Brust‘? Buble brust ini merupakan suatu ledakan yang terdapat pada siklus ekonomi dengan eskalasi atau disebut juga dengan kenaikan nilai pasar yang sangat cepat. Penurunan nilai pasar terdapat pada harga aset yang berada dalam kisaran harga.

Bisa juga dikatakan adanya inflasi yang cepat dan diikuti oleh penurunan nilai yang cepat pula. Umumnya ledakan gelembung atau bubble brust ini tercipta dikarenakan adanya lonjakan harga aset yang didorong oleh perilaku pasar.

Selama fenomena ini berlangsung, maka aset akan diperdagangkan pada harga tertentu dalam kisaran harga. Dimana nilai harga tersebut sangat melebihi nilai intrinsik aset. Nilai inilah yang kemudian digunakan oleh para investor dalam menentukan harga aset di pasaran.

Penyebab Buble Brust

Fenomena bubble burst ini belum diketahui secara pasti. Bahkan hingga kini para ahli ekonomi masih memperdebatkan penyebab dari fenomena ini bisa terjadi. Dalam hal ini juga ada faktor yang mendasari fenomena yang belum diketahui juga.

Tetapi penyebab dari sebuah perusahaan start up terkena fenomena bubble brust ini akan diketahui di akhir. Setelah perusahaan mengalami penurunan harga dalam skala besar.

Walaupun setiap perusahaan start-up berpotensi terkena fenomena bubble brust tetapi terdapat satu ciri yang membedakan bahwa perusahaan tersebut terkena bubble brust. Ciri tersebut adalah adanya pengurangan atau PHK pegawai secara massal atau dalam skala besar.

Salah satu contoh perusahaan start-up yang terkena fenomena buble brust adalah perusahaan di bidang pariwisata. Perusahaan start-up pariwisata terkena bubble brust disaat pandemi.

Dimana pemerintah saat itu membatasi untuk masyarakat bepergian atau liburan secara domestik maupun mancanegara.

Tetapi, setelah pemerintah melakukan pelonggaran terhadap aturan tersebut. Maka, bisa dipastikan perusahaan startup dalam bidang pariwisata ini akan bangkit kembali.

Contoh lain dari perusahaan yang melakukan pengurangan karyawan datang dari platform edutech Zenius. Tidak hanya itu kemudian disusul platform keuangan digital LinkAja yang juga melakukan pengurangan karyawan atau PHK.

Bahkan kabar terbaru, platform e-commerce yang baru dirintis sebut saja JD.ID juga melakukan PHK terhadap karyawannya.

Dengan kabar dimana jarak PHK antara ketiga perusahaan yang saling berdekatan membuat asumsi sejumlah pihak bahwa perusahaan start-up tersebut terkena fenomena bubble brust.

Kesimpulan

Berikut data yang mungkin menjadi bukti fenomenal bubble brust menjangkit beberapa perusahaan start-up di Indonesia. Tetapi, tidak semua pengurangan karyawan disebabkan oleh fenomena bubble brust.

Pengurangan karyawan pada perusahaan start-up dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya :

  1. Produk perusahaan yang kalah saing dengan produk lain sehingga lambat laun produk akan kehilangan pangsa pasar.
  2. Tidak mendapat investor untuk melakukan pendanaan pada perusahaan.
  3. Adanya diskon dan promo dimana jika tidak terdapat kedua hal tersebut maka konsumen tidak melirik perusahaan start up tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.