Kanker Mulut: Bentuk dan Rasanya?

Kanker Mulut
banner 120x600
banner 468x60

padaKanker mulut bisa muncul dalam bentuk bercak putih, bercak merah, atau luka di dalam mulut. Yang membedakannya dari masalah non-kanker adalah bahwa ketika muncul, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Menurut American Cancer Society, diperkirakan sekitar 54,540 orang akan didiagnosis dengan kanker mulut atau kanker orofaring pada tahun 2023, dan sayangnya, sekitar 11,580 di antaranya mungkin berakhir dengan hasil yang fatal.

Kanker jenis ini dapat mempengaruhi berbagai bagian di dalam mulut atau rongga mulut, termasuk bibir, bagian dalam pipi, dua pertiga depan lidah, gusi, dasar mulut, langit-langit mulut, dan bahkan dapat memengaruhi gigi walaupun secara langsung tidak mengenai gigi. Artikel ini akan menjelaskan seperti apa penampilan dan perasaan kanker mulut, serta kapan sebaiknya mencari bantuan medis.

banner 325x300

Bentuk dan Rasa dari Kanker Mulut

Sel skuamosa adalah jenis sel datar yang melapisi permukaan mulut, lidah, dan bibir. Kebanyakan kasus kanker mulut bermula dari sel-sel ini. Oleh karena itu, bercak yang muncul di lidah, gusi, amandel, atau lapisan mulut bisa menjadi tanda adanya masalah. Bercak putih atau merah yang terdapat di dalam mulut atau di bibir bisa mengindikasikan potensi adanya karsinoma sel skuamosa.

Penampilan dan perasaan kanker mulut dapat sangat beragam. Kulit di area tersebut mungkin terasa lebih tebal atau nodular, atau mungkin ada luka atau erosi yang tidak sembuh. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah perubahan ini terus berlanjut. Biasanya, lesi non-kanker akan sembuh dalam beberapa minggu. Namun, jika Anda melihat bercak merah atau putih yang tidak menghilang dalam dua minggu, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter gigi atau dokter.

Bercak Merah

Bercak merah terang dalam mulut yang memiliki penampilan dan perasaan seperti beludru dikenal sebagai eritroplakia. Secara umum, bercak-barcak ini memiliki potensi untuk menjadi kanker, meskipun menurut tinjauan sistematis yang dilakukan pada tahun 2022, risiko tersebut tampaknya lebih rendah daripada penelitian sebelumnya. Sekitar 1 dari 5 kasus eritroplakia berubah menjadi kanker.

Tetapi penting untuk tetap waspada terhadap bercak merah di dalam mulut Anda. Jika Anda mengalami eritroplakia, dokter gigi akan melakukan pengujian biopsi pada sel-sel tersebut untuk mengevaluasi apakah ada potensi risiko kanker.

Bercak Putih

Bercak putih atau keabu-abuan di dalam mulut atau di bibir yang dikenal sebagai leukoplakia adalah pertumbuhan yang bisa terasa kasar, keras, dan sulit untuk dihilangkan. Penyebab munculnya bercak ini meliputi iritasi akibat gigi yang kasar, kerusakan gigi palsu, atau penggunaan tembakau, juga dapat disebabkan oleh paparan zat berpotensi karsinogenik.

Bercak ini mengindikasikan bahwa jaringan tersebut tidak normal dan berpotensi menjadi kanker. Meskipun begitu, dalam banyak kasus, leukoplakia tidak membahayakan. Biasanya, perkembangan leukoplakia berlangsung lambat, dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Campuran Bercak Merah dan Putih

Bercak merah dan putih pada kanker mulut adalah perubahan warna yang terjadi di dalam mulut atau pada bibir seseorang. Bercak merah cenderung terlihat seperti permukaan yang halus atau mirip beludru, dan mereka bisa menjadi tanda potensial kanker. Namun, bercak putih cenderung terlihat kasar dan keras, dan juga bisa menunjukkan risiko kanker bagian mulut.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua bercak merah atau putih akan menjadi kanker, tetapi mereka bisa menjadi tanda peringatan. Jika Anda memiliki bercak merah atau putih yang tidak hilang dalam beberapa minggu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi. Mereka akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk biopsi jika diperlukan, untuk menentukan apakah perlu tindakan lebih lanjut dalam mencegah perkembangan kanker yang lebih serius.

Apa Bedanya dengan Sariawan?

Kanker mulut dan sariawan adalah dua kondisi mulut yang berbeda. Kanker mulut adalah penyakit serius yang melibatkan pertumbuhan sel-sel ganas di mulut atau rongga mulut seseorang. Ini bisa menjadi kondisi yang mengancam nyawa dan memerlukan perawatan medis serius. Sariawan, di sisi lain, adalah luka kecil yang seringkali terjadi di dalam mulut, seperti di bibir, lidah, atau pipi.

Mereka biasanya tidak berbahaya dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti stres, cedera, atau masalah kesehatan tertentu. Sariawan sering kali hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu tanpa perlu perawatan khusus. Jadi, perbedaan utamanya adalah tingkat keparahan dan risiko. Kanker ini memiliki kondisi serius dan berbahaya, sementara sariawan adalah masalah mulut umum yang biasanya tidak mengancam jiwa.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Kanker Mulut
Freepik.com/freepik

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kanker ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi atau dokter. Setiap dokter yang terlatih dapat melakukan pemeriksaan visual pada mulut untuk mencari tanda-tanda kanker mulut. Mereka akan bertanya tentang gejala yang Anda alami, seperti sakit mulut, kesulitan menelan, kesulitan berbicara, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Jika ada tanda-tanda mencurigakan, ahli kesehatan mungkin akan melakukan biopsi, yang melibatkan pengambilan sampel sel dari area yang mencurigakan, seperti luka pada mulut, dengan menggunakan sikat khusus. Ini bertujuan untuk memeriksa apakah ada sel-sel kanker yang hadir.

Pencegahan Kanker Mulut

Pencegahan kanker mulut adalah langkah-langkah penting yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini. Berikut adalah pencegahannya:

  1. Berhenti Merokok dan Menghindari Tembakau: Merokok dan mengunyah tembakau adalah penyebab utama kanker pada mulut. Jadi, berhenti merokok dan menghindari produk tembakau sangat penting.
  2. Batas Konsumsi Alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko kanker pada bagian mulut. Batasi asupan alkohol Anda atau, lebih baik lagi, hindari alkohol sama sekali.
  3. Lindungi Bibir dari Paparan Matahari: Sinar matahari berlebih pada bibir dapat meningkatkan risiko kanker yang ada di mulut. Gunakan lip balm dengan faktor perlindungan matahari (SPF) saat berada di bawah sinar matahari.
  4. Perawatan Gigi yang Baik: Jaga kesehatan mulut Anda dengan melakukan perawatan gigi yang baik, termasuk kunjungan rutin ke dokter gigi. Dokter gigi dapat membantu mendeteksi masalah mulut yang mungkin berkaitan dengan kanker pada mulut.
  5. Pantau Gejala Awal: Perhatikan gejala-gejala seperti sariawan yang tidak sembuh dalam beberapa minggu, bercak putih atau merah di mulut, benjolan yang tidak sembuh, kesulitan menelan, atau perubahan suara. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter.
  6. Vaksinasi HPV: Human papillomavirus (HPV) dapat berkontribusi pada kanker pada mulut. Vaksinasi HPV adalah langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan.
  7. Kunjungan Rutin ke Dokter: Selain kunjungan ke dokter gigi, jadwalkan pemeriksaan kesehatan rutin dengan dokter umum. Ini dapat membantu dalam deteksi dini masalah kesehatan, termasuk kanker jenis ini.

Pencegahan kanker mulut melibatkan perubahan gaya hidup sehat dan kesadaran terhadap gejala-gejala awal. Dengan tindakan ini, Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker ini dan menjaga kesehatan mulut Anda.

Kesimpulan

Biasanya, luka di mulut Anda bukanlah tanda kanker. Namun, jika Anda melihat bercak putih, merah, atau campuran di mulut atau bibir Anda yang tidak hilang setelah beberapa minggu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi. Mereka dapat menentukan apakah lesi atau luka di mulut Anda bersifat kanker atau bukan. Penting untuk menjalani pemeriksaan gigi rutin dua kali setahun sebagai alat skrining kanker yang penting. Ini memungkinkan dokter gigi untuk mendeteksi tanda-tanda kanker pada mulut pada tahap paling awal. Selain itu, seorang dokter mungkin juga memeriksa tanda-tanda kanker mulut selama pemeriksaan rutin.

Perawatan yang diberikan secara tepat waktu dapat mengurangi kemungkinan sel prakanker menjadi ganas. Selain itu, menghindari produk tembakau seperti “celup,” “kunyah,” dan rokok dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker ini, karena penelitian telah mengaitkan produk tembakau dengan penyakit ini. Berlangganan berita kesehatan hanya di Detik IDN.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *