MENU Rabu, 18 Feb 2026
x

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Kolaborasi Dengan Prefektur Shiga Jepang Bangun Green Economy Menjadi Prioritas Utama

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Feb 2026 12:07 10 Redaksi

Semarang|Detikidn.com-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun kolaborasi dengan Prefektur Shiga, Jepang untuk berbagai bidang, salah satunya adalah pembenahan Danau Rawa Pening Kabupaten Semarang.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Delegasi Prefektur Shiga, Jepang, di kantornya, Rabu 11 Februari 2026.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Central Java Investment Business Forum yang digelar pada 8 Oktober 2025 lalu.

Sebelum bertemu Gubernur Luthfi, delegasi Shiga telah melakukan peninjauan lapangan dari hulu hingga hilir kawasan Rawa Pening. Selain itu juga telah menerima paparan data terkait kondisi dan tantangan yang dihadapi danau tersebut.

Sebagai informasi, Rawa Pening memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, hingga penopang ekonomi masyarakat. Namun, danau ini menghadapi persoalan serius, mulai dari sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang masif, hingga beban pencemaran dari aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan.

Dalam sambutannya, Luthfi menyatakan, hubungan Indonesia dan Jepang telah melalui perjalanan sejarah panjang. Namun kini, kolaborasi diarahkan pada semangat saling menguntungkan dan membangun masa depan bersama.

“Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan. Apa yang menjadi kebutuhan Jepang bisa kami dukung di Jawa Tengah, dan potensi Jawa Tengah juga bisa memberikan manfaat bagi Jepang,” ujarnya.

Bagi Pemprov Jateng, pembenahan Rawa Pening bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan agenda strategis yang berkaitan dengan ketahanan air, energi, dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi internasional dinilai menjadi kunci agar danau tersebut tetap lestari sekaligus produktif.

Bahkan, kerja sama dengan Jepang telah ditegaskan dalam nota kesepahaman (MoU), salah satunya terkait pengembangan ekonomi terbarukan.

“Tadi sudah membuat MoU dengan Jepang terkait dengan ekonomi terbarukan, kemudian beberapa investasi yang nantinya akan didatangkan dari Jepang ke tempat kita,” kata Luthfi.

Dikatakan dia, kerja sama tersebut sebagai upaya penguatan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi baru, termasuk pengembangan kawasan danau sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

“Green economy dan ekonomi baru menjadi prioritas utama. Jepang lebih maju di bidang itu dan akan kita manfaatkan,” katanya.

(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x