Indeks

Pengesahan RUU LGBT Thailand, Bagaimana Kelanjutannya?

Thailand Melakukan Pengesahan RUU LGBT, Bagaimanakah itu?

Sumber: dunia.tempo.com
Sumber:dunia.tempo.com

Pengesahan RUU LGBT dikabarkan telah dilakukan oleh Thailand. Anggota parlemen di Thailand pada hari Rabu ,15 Juni 2022 diisukan mengesahkan Rancangan Undang-Undang berbeda tentang serikat sesama jenis (LGBT).

Dengan adanya hal ini akan menjadikan Thailand sebagai negara di Asia kedua yang melegalkan perkawinan sesama jenis. Ketika RUU ini benar – benar disahkan maka pernikahan di Thailand tidak akan dilihat dari jenis kelaminnya.

Dengan begitu pernikahan sesama jenis akan sah dan legal di mata hukum negara Thailand. Negara yang dijuluki sebagai negeri Gajah Putih ini memiliki beberapa komunitas penyuka sesame jenis seperti lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang tumbuh secara terbuka di Asia.

Meskipun begitu, sejauh ini hanya Taiwan yang sudah melegalkan hubungan sesama jenis di Asia. Selebihnya, tentu masih menentang kuat adanya pelegalan hubungan sesama jenis ini.

Keempat rancangan undang – undang yang disetujui pada hari Rabu, 15 Juni 2022 memberikan hak hukum seperti pasangan heteroseksual pada umumnya. Dan beberapa partai di Thailand setuju dan mendukung dengan adanya hal tersebut.

Ryan Figueiredo sebagi direktur eksekutif kelompok kampanye hak LGBT Equal Asia Foundation menyambut dengan baik acara pemungutan suara Parlemen dan mengharapkan bahwa Parlemen akan mendukung penuh RUU tersebut.

Hal ini dikarenakan masih adanya kemungkinan untuk pembatalan RUU tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa Pada November 2021 lalu Thailand menyatakan tidak menerima pernikahan sesama jenis.

Seperti yang dikutip dalam CNNIndonesia.com RUU pertama dan kedua berisikan tentang regulasi hubungan sipil sesama jenis. Kemudian Rancangan UU ketiga diajukan oleh Partai Demokrat.  Selain terdapat pula RUU keempat yang berisi mengenai rancangan aturan yang lebih liberal.

Pengesahan RUU LGBT tersebut berlangsung bersamaan dengan adanya parade pada minggu lalu di Thailand. Dimana dalam parade tersebut ribuan orang dengan antusias merayakan dengan riuh dan gembira di luar gedung Parlemen.

Serta para peserta parade mengibarkan bendera pelangi yang menyerukan reformasi liberal.

Perlukah Pengesahan RUU LGBT Dikhususkan?

Adapun kritik yang dilontarkan dari aktivis LGBT Thailand untuk RUU yang mendapat dukungan dari pemerintah memiliki alasan bahwa tidak perlunya undang-undang khusus.

Mungkin hanya diperlukan amandemen yang membuat undang-undang lebih inklusif. Keempat RUU perkawinan sejenis yang diajukan tersebut akan dibahas oleh komite dengan beranggotakan 25 orang.

Dimana mereka akan memutuskan apakah akan mengirim salah satu atau draft konsolidasi ke DPR. Hal ini bertujuan untuk mengadakan pembahasan kembali sebelum senat kemudian mendapat persetujuan dari kerajaan.

Tak hanya itu, para warganet juga mempertanyakan soal keputusan RUU jika benar – benar disahkan apakah adanya kaum Sodom akan terulang kembali.

Meski belum benar – benar disahkan tetapi netizen juga khawatir akan munculnya kaum Sodom di era modern seperti sekarang. Memang, sekarang pun Thailand sebagai negara terbuka yang menerima hubungan sesama jenis. Walaupun secara hukum hubungan sesame jenis belum diterima secara legal.

Pada saat ini banyak kontroversi mengenai RUU perkawinan sesame jenis yang diajukan oleh beberapa parlemen Thailand. Alasan parlemen berani mengajukan RUU perkawinan tersebut dikarenakan hal ini lah yang menjadi suara rakyat Thailand.

Dimana Sebagian besar rakyat Thailand menginginkan untuk melegalkan hubungan sesama jenis di negara tersebut.

Namun, secara logika walaupun manusia memiliki kebebasan untuk memilih seperti apa meraka hidup tetapi selama masih hidup di dunia. Mereka tentunya masih harus mematuhi norma – norma yang ada.

Sehingga kata “kebebasan” tidak dijadikan tameng oleh mereka yang ingin hidup bebas tanpa adanya perhitungan mengenai norma yang ada.

Exit mobile version