Penyakit Mulut dan Kuku Pada Ternak Sapi. Seperti Apa Itu?

Penyakit Mulut dan Kuku Pada Sapi. Bagaimanakah itu?

Penyakit mulut dan kuku pada ternak sapi saat ini sedang marak. Wabah ini menyebabkan penyakit yang penularannya sangat cepat dan menyerang semua hewan yang berkuku belah atau genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing, rusa, unta.

Tetapi, hewan liar pun juga dapat tertular virus ini seperti gajah, antelope, bison, menjangan, serta jerapah.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) juga dikenal sebagai penyakit Foot and Mouth Disease (FMD). Jenis penyakit ini disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae dan genus Apthovirus yaitu Aphtaee epizootecae.

Penyakit Mulut dan Kuku
Sumber: republika.co.id

Masa inkubasi dari penyakit ini kurang lebih selama 1 hingga 14 hari. Masa inkubasi terhitung sejak masa hewan tertular penyakit ini hingga timbul gejala penyakitnya. Virus ini memungkinkan untuk bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta olahan susu.

Angka kesakitan dari penyakit ini dapat mencapai 100% dan angka kematian tinggi terdapat pada hewan yang masih muda atau anak-anak.

Tingkat penularan dari penyakit mulut dan kuku (pmk) ini cukup tinggi. Namun, untuk tingkat kematiannya hanya mencapai 1-5%.

Sehingga, jika ditemukan ternak dengan gejala seperti lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh maka segera untuk menghubungi mantri hewan terdekat.

Penyebab Penularan Penyakit PMK

  1. Melakukan kontak langsung antara hewan yang tertular dengan hewan yang rentan melalui percikan ludah, leleran hidung, maupun serpihan kulit.
  2. Sisa – sisa makanan atau sampah yang sudah terkontaminasi produk hewan seperti daging dan tulang dari hewan yang kemungkinan tertular penyakit ini.
  3. Kontak yang terjadi secara tidak langsung melalui vektor hidup yaitu terbawa oleh manusia. Manusia dapat membawa virus ini melalui sepatu, tangan, tenggorokan, atau pakaian yang sudah terkontaminasi.
  4. Kontak tidak langsung yang ditularkan dari bukan vektor hidup seperti terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.
  5. Virus penyakit ini tersebar melalui udara, angin, atau daerah yang beriklim khusus (dengan jarak mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut).

Tindakan pengobatan jika terkena vius PMK

Bagi hewan ternak yang kemungkinan telah terinfeksi virus, maka dapat menggunakan beberapa metode alternative pengobatan dan pengendalian untuk mengatasi penyakit tersebu, yaitu dengan cara :

  1. Pengobatan pada sapi yang sudah terinfeksi virus PMK
  2. Melakukan pemotongan atau pengambilan jaringan tubuh hewan yang telah terinfeksi oleh virus PMK.
  3. Kaki yang sudah terinfeksi oleh virus dapat diterapi menggunakan obat chloramphenicol atau larutan cuprisulfat.
  4. Melakukan Injeksi intravena preparat sulfadimidine kepada hewan ternak yang telah terkena virus PMK.
  5. Hewan yang terserang penyakit harus dikarantina yaitu dengan cara memisahkanhewan tersebut dengan hewan yang sehat selama masa pengobatan.
  6. Pencegahan sapi yang sehat agar tidak terjangkit virus PMK
  7. Hewan yang tidak terinfeksi oleh virus PMK harus ditempatkan dalam kandang yang kering dan jika bisa dibiarkan hewan tersebut untuk bebas berjalan-jalan.
  8. Memberi pakan yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan imun tubuh hewan yang sehat
  9. Pada kaki hewan ternak yang sehat dapat diolesi dengan larutan Cuprisulfat 5% setiap hari selama satu minggu. Kemudian, setelah itu dapat dilakukan terapi kurang lebih seminggu sekali. Hal ini dilakukan sebagai cara yang efektif untuk mencegah PMK menular pada ternak sapi.

Semoga informasi berikut dapat bermanfaat untuk kamu kedepannya. Sehingga, dapat mencegah penularan wabah dari penyakit PMK pada hewan ternak dan menjamin kesehatan hewan ternak kamu. Terima kasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published.