Virus Hendra, Proteksi Dini Melakukan Pencegahan Gejalanya

Penularan Virus Hendra hingga Gejala yang ditimbulkan

Virus Hendra
Sumber: tvonenews.com
Virus Hendra
Sumber: tvonenews.com

Apakah Itu Virus Hendra?

Virus Hendra yang berasal dari virus RNA ini memiliki kelompok virus  Paramyxoviridae. Virus ini menular pada hewan, bahkan hingga kini belum terdapat laporan virus tersebut menular antar manusia.

Ditemukan pertama kali pada urin rubah terbang dengan jangka waktu kurang lebih 4 hari pada suhu 22 derajat celcius. Selain itu, virus ini dapat bertahan hingga beberapa hari pada jus buah tetapi, tidak tahan dengan suhu tinggi. Infeksi dari virus ini dapat ditemukan pada negara Australia.  Untuk potensi masuknya virus ke negara Indonesia sangatlah kecil. Hal ini dikarenakan hewan dimana agent penularnya jarang sekali ditemukan di Indonesia.

Gejala virus mungkin akan berbeda-beda di tiap penderitanya. Misal nya pada hewan kuda yang terjangkit virus, memiliki gejala gangguan pernapasan dan kelainan saraf. Masa inkubasi atau berkembangnya, berbeda ditiap hewan yang terinfeksi. Jika pada kuda masa inkubasi atau berkembangnya virus ini sekitar 5-16 hari.

Gejala virus ini selain gangguan pernapasan dan kelainan saraf, secara umum gejala yang ditimbulkan dapat berupa timbulnya demam, kemudian batuk dan sakit tenggorokan, selanjutnya muncul sakit kepala, kelelahan pada tubuh.

Jika gejala ringan tersebut tidak segera ditangani maka gejala tersebut akan bertambah parah hingga timbul gejala seperti meningitis atau ensefalitis (radang otak) yang dapat terus berkembang jika tidak segera diobati. Bahkan dapat diikuti dengan kejang-kejang hingga yang paling parah penderita akan mengalami koma.

Cara Penularan

Virus Hendra dapat ditularkan melalui beberapa cara, diantaranya :

  1.  Kontak Langsung
    Penularan virus Hendra ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi virus Hendra ini. Kontak langsung yang dimaksud seperti terkena cairan dari hewan yang terjangkit virus Hendra ini.
  2. Melakukan Otopsi Pada Hewan
    Jika terdapat hewan yang mati kemudian bisa juga hewan tersebut diotopsi telebih dahulu. Pada saat otopsi jika tidak menggunakan peralatan yang tidak lengkap bisa saja tertular virus Hendra. Hal ini dapat terjadi dikarenakan kita kontak langsung dengan hewan yang mungkin saja terinfeksi. Bahkan terkena cairan adri hewan tersebut darah misalnya.
  3. Droplet atau Sekresi Pernapasan
    Dalam hal ini dimaksudkan jika terkena cipratan air liur dari hewan yang terinfeksi. Bisa saja kita tidak sadar saat berinteraksi kita terkena kontak langsung dengan cairan dari hewan yang mungkin terinfeksi. Dari semua proses penularan yang mungkin saja dapat menular pada manusia hingga sekarang belum terdapat bukti atau laporan yang menyatakan virus Hendra ini menular pada manusia. Tetapi, meski begitu kita harus tetap waspada akan terjangkit virus tersebut.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati jika kita terjangkit virus Hendra diantaranya :

  1. Selalu jaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar apalagi yang memiliki hewan peliharaan
  2. Hindari mencium hewan peliharaan terutama pada saat hewan peliharaan sedang sakit
  3. Hindari luka yang terbuka terkena kontak langsung dengan cairan hewan peliharaan
  4. Memakai pelindung saat merawat hewan peliharaan yang sakit

Berikut informasi mengenai virus Hendra mulai dari penyebab, gejala, cara penularan hingga pengobatan nya. Jaga selalu Kesehatan dan kebersiahn tubuh dan tidak lupa juga dengan kebersihan lingkungan agar terhindar drai terjangkitnya virus apapun.

Apalagi virus Hendra ini dalam Indonesia belum ditemukan vaksin nya. Hendaknya kita lebih menjaga diri kita dengan selalu menjalankan hidup sehat dan olahraga teratur sehingga tubuh tetap bugar dan tidak mudah terjangkit virus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.