MENU Minggu, 03 Mei 2026
x

Rencana Galian C di Desa Delik Tuntang Picu Penolakan Warga: Ancaman Kerusakan Jalan dan Dampak Lingkungan Disorot

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Mei 2026 06:52 17 Redaksi

Tuntang|Detikidn.com– Rencana operasional tambang galian C di wilayah Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menuai penolakan dari sebagian warga. Proyek yang disebut-sebut akan segera berjalan ini dikhawatirkan membawa dampak serius, terutama kerusakan infrastruktur jalan desa akibat lalu lalang truk dump pengangkut material.

Sejumlah warga menyampaikan keberatan mereka terhadap rencana tersebut. Kekhawatiran utama tertuju pada kondisi jalan desa yang dinilai tidak memadai untuk menahan beban kendaraan berat. “Kalau setiap hari dilalui truk bermuatan besar, jalan pasti cepat rusak. Selama ini saja perawatan minim,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti potensi dampak lingkungan seperti debu, kebisingan, serta kemungkinan kerusakan ekosistem sekitar. Mereka menilai, hingga saat ini belum ada transparansi yang jelas terkait dokumen perizinan maupun analisis dampak lingkungan dari rencana galian C tersebut.

“Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton. Kami berhak tahu apakah proyek ini sudah sesuai aturan atau belum,” tegas warga lainnya.

Di sisi lain, pihak pengelola galian C belum memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat secara terbuka. Pemerintah desa dan instansi terkait pun didesak untuk turun tangan memastikan bahwa seluruh proses perizinan telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk memperhatikan aspirasi masyarakat setempat.

YB Haryo Priambodo SH Selaku ketua Umum JAMAS (Jaringan Masyarakat Nusantara) saat ditemui awak media Sabtu (2/5/2026) menilai bahwa kasus ini berpotensi menjadi konflik sosial apabila tidak ditangani secara transparan dan partisipatif. “Pemerintah daerah harus memastikan ada kajian menyeluruh, termasuk dampak terhadap jalan desa. Jika tidak, ini bisa merugikan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Warga berharap adanya dialog terbuka antara pihak pengelola, pemerintah, dan masyarakat sebelum aktivitas galian C benar-benar beroperasi. Mereka juga meminta jaminan tertulis terkait perbaikan jalan serta pengendalian dampak lingkungan apabila proyek tetap berjalan.

Hingga rilis ini diterbitkan, belum ada kejelasan apakah proyek tersebut akan tetap dilanjutkan atau ditunda menunggu penyelesaian polemik di tengah masyarakat.

(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x